Pakai Sistem PSSI, Forbasi Jakarta Barat Ubah Peta Persaingan Baris-Berbaris

JAKARTA – Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Forbasi Jakarta Barat (Jakbar) akan menerapkan sistem dua kelas untuk pertama kalinya. Dalam pertandingan yang dijadwalkan pada 16-17 Juni 2026, Forbasi Jakbar mengadopsi mekanisme promosi dan degradasi seperti kompetisi sepak bola profesional.

Gilang Thabrani

6/7/2026

JAKARTA – Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Forbasi Jakarta Barat (Jakbar) akan menerapkan sistem dua kelas untuk pertama kalinya. Dalam pertandingan yang dijadwalkan pada 16-17 Juni 2026, Forbasi Jakbar mengadopsi mekanisme promosi dan degradasi seperti kompetisi sepak bola profesional.

Ketua Forbasi Jakarta Barat Reza Fahlevi menjelaskan, sistem baru diberlakukan karena selama ini pemenang kejuaraan baris-berbaris cenderung didominasi satuan-satuan yang sama, dari tahun ke tahun. “Jakbar akan membuat dan mengubah paradigma bahwa yang menang dan juara bukan yang itu-itu saja,” kata Reza pada Selasa (28/5/2026).

Sistem baru ini membagi peserta ke dalam dua kelas, yakni Liga 1 untuk kelas jawara dan Liga 2 untuk kelas pemula. Alhasil mulai tahun ini, penentuan pemenang tidak terpatok pada siapa pelatihnya, melainkan rekam jejak sekolah peserta.

Reza menjelaskan bahwa satuan yang masuk Liga 1 adalah sekolah yang dalam satu tahun terakhir pernah meraih enam besar di perlombaan mana pun, baik di lingkup Jakarta Barat maupun luar Jakarta Barat.

Hal ini dapat dibuktikan dengan sertifikat yang wajib diunggah saat mendaftar. “Jadi kami melihat sekolahnya, bukan melihat pelatihnya,” imbuh Reza. Sekolah yang belum memiliki sertifikat dimaksud, tetap harus mulai dari Liga 2, seberapa pun berpengalamannya pelatih para peserta.

Di sisi lain, ada kalkulasi yang menyentuh langsung kepentingan siswa di balik sistem penilaian baru tersebut. Selama ini jalur prestasi non-akademik yang akan masuk Sistem Pendataan Nilai Rapor (Sidanira) hanya berlaku untuk juara utama 1 sampai 3.

Dengan sistem penilaian dua kelas, peluang tersebut bertambah menjadi enam kuota per kategori, terdiri atas tiga juara di Liga 1 dan tiga juara di Liga 2. “Artinya kelas jawara dan kelas pemula memiliki kesempatan jalur prestasi yang bertambah,” ujar Reza.

Namun pengurus Forbasi Jakbar menegaskan, ada satu ketentuan yang tetap berlaku dalam sistem penilaian baru tersebut, yakni hanya juara dari Liga 1 yang berhak mewakili Jakarta Barat ke Kejuaraan Daerah (Kejurda) DKI Jakarta.

Panitia pun berencana melanjutkan sistem penilaian dua kelas, setelah sistem baru ini mulai diberlakukan pada 2026. Oleh karena itu di musim berikutnya, sepuluh satuan dengan peringkat terbawah di Liga 1 akan turun ke Liga 2, sementara sepuluh satuan teratas di Liga 2 berhak naik ke Liga 1. “Jadi kami gunakan sistemnya PSSI,” tegas Reza.

Antusiasme peserta di Kejurcab Forbasi Jakbar terbilang tinggi. Jauh sebelum technical meeting (TM) digelar, peserta tingkat SD/MI seperti SDN Wijaya Kusuma 05, SDN Duri Kepa 05, SDN Rawa Buaya 09, MIN 7 Jakarta, dan SDN Kemanggisan 17 sudah mendaftar secara resmi.

Sementara saat technical meeting berlangsung, terdapat delapan satuan tambahan peserta tingkat SD/MI yang juga telah terdaftar resmi. Selanjutnya di tingkat SMP, jumlah peserta tercatat lebih banyak lagi, yaitu mencapai 14 satuan.

Peserta dimaksud, antara lain SMPN 45, SMPN 63, SMPN 83, hingga MTsN 37 Jakarta, ditambah tujuh satuan lain termasuk SMPN 249 Jakarta yang menurunkan dua tim sekaligus. Sedangkan dari tingkat SMA/SMK/MA, delapan satuan mendaftar resmi dan tiga lainnya hadir saat TM.

“Jumlah peserta yang mendaftar luar biasa, belum lagi ditambah peserta yang hadir saat TM. Angka ini pun belum mencakup sekolah-sekolah binaan pengurus,” sambung Reza.

Dia menyatakan, persiapan Kejurcab Jakbar sudah hampir rampung. Pasalnya Forbasi Jakarta Barat telah beraudiensi dengan Walikota Jakarta Barat pada 26 Mei 2026, dengan lokasi ditetapkan di GOR Tanjung Duren. “Kalau persiapan, semua pengurus Forbasi Jakbar insya Allah sudah siap dan kompak selalu,” tandas Reza.

Dia memprediksi, pertandingan baris berbaris tingkat SMP akan menjadi laga paling ketat, seperti tahun-tahun sebelumnya. “Soal rivalitas pasti ada dan akan menjadi gengsi pada Kejurcab tahun ini,” pungkasnya.

HALAMAN
SEKRETARIAT FORBASI JAKARTA
Belleza Office Tower, Unit 106. Jl.Arteri Permata Hijau No.34, RT.04, RW.02, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakara Selatan, 12210.

© 2026 | FORBASI JAKARTA